{"id":37,"date":"2026-05-29T02:57:44","date_gmt":"2026-05-29T02:57:44","guid":{"rendered":"https:\/\/webgari.com\/?p=37"},"modified":"2026-05-29T02:57:45","modified_gmt":"2026-05-29T02:57:45","slug":"josee-the-tiger-and-the-fish-2020-antara-mimpi-melukis-laut-dan-takut-melihat-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/2026\/05\/29\/josee-the-tiger-and-the-fish-2020-antara-mimpi-melukis-laut-dan-takut-melihat-dunia\/","title":{"rendered":"&#8220;Josee, the Tiger and the Fish (2020)&#8221;: Antara Mimpi Melukis Laut dan Takut Melihat Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Halo, sahabat yang mungkin sedang merasa terjebak dalam keterbatasannya sendiri.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah Anda merasa bahwa dunia terlalu besar dan Anda terlalu kecil? Bahwa orang lain bisa pergi ke mana pun, sementara Anda hanya bisa melihat langit yang sama dari jendela kamar setiap hari? Lalu tiba-tiba, seseorang datang\u2014bukan penyelamat dengan kuda putih, bukan pangeran dari dongeng, melainkan seorang pemuda biasa yang hanya ingin menyelesaikan skripsinya. Dan dalam kebersamaan yang tidak terduga itu, Anda mulai bertanya: <em>&#8220;Apakah aku berhak bermimpi?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat datang di <em>Josee, the Tiger and the Fish<\/em>, film anime tahun 2020 dari studio Bones (yang terkenal dengan <em>Fullmetal Alchemist<\/em> dan <em>My Hero Academia<\/em>) yang diadaptasi dari cerita pendek karya Seiko Tanabe. Film ini sempat tayang terbatas di bioskop Indonesia dan menerima pujian kritis karena penggambaran disabilitas yang jujur, tidak sentimental, dan sangat manusiawi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan dongeng. Bukan fantasi. Ini adalah potret nyata tentang dua anak muda yang saling melukai dan menyembuhkan. Mari kita masuk ke dalam dunia sempit yang luas\u2014dunia Josee.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kumiko dan Harimau Dua Sisi dari Satu Jiwa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Izinkan saya memperkenalkan Anda pada Josee. Bukan nama aslinya. Nama aslinya adalah <strong>Kumiko<\/strong>\u2014tapi ia sangat membenci nama itu karena terasa biasa saja. Ia memilih nama &#8220;Josee&#8221; dari salah satu buku cerita favoritnya, terinspirasi dari penulis Prancis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Josee (disuarakan Kaya Kiyohara) adalah seorang gadis muda pengguna kursi roda. Sejak kecil, kakinya tidak berfungsi akibat cedera tulang belakang. Ia tinggal bersama neneknya\u2014seorang wanita tua yang sangat protektif, mungkin terlalu protektif. Neneknya hampir tidak pernah mengizinkan Josee keluar rumah. Dunia Josee adalah kamar, buku-buku dongeng, dan lukisan-lukisan yang ia buat dengan imajinasi liar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Josee tumbuh menjadi pribadi yang tajam lidah. Ia sering berkata kasar pada orang lain\u2014bukan karena jahat, tapi karena ia takut. Takut jika ia bersikap baik, orang akan merasa kasihan. Lebih baik disangka menyebalkan daripada disangka lemah. Ada seekor &#8220;harimau&#8221; yang ia ciptakan dalam imajinasinya\u2014simbol dari rasa takut akan dunia luar yang kejam. Setiap kali ia membayangkan melangkah ke luar, harimau itu akan menerkam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Dunia itu penuh harimau,&#8221;<\/em> kata Josee. <em>&#8220;Mereka akan melukaimu. Lebih aman di sini.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan begitulah Josee menjalani hidup: di balik jendela, dengan buku dongeng sebagai satu-satunya jendela menuju dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tsuneo Pemuda Biasa dengan Mimpi Biasa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain kota, hiduplah <strong>Tsuneo Suzukawa<\/strong> (disuarakan Taishi Nakagawa). Ia mahasiswa kelautan yang bercita-cita bisa menyelam di lautan bebas\u2014bukan di akuarium atau kolam renang, tapi di Samudra Pasifik bersama ikan-ikan paus dan ubur-ubur bercahaya. Mimpi ini adalah kenangan bersama orangtuanya yang sudah tiada, dan Tsuneo bertekad untuk mewujudkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi Tsuneo tidak kaya. Biaya kuliah dan hidup ia tanggung sendiri dengan bekerja paruh waktu. Suatu hari, saat ia sedang berjalan di tepi jalan, ia hampir tertabrak kereta dorong Josee yang meluncur tak terkendali di turunan curam. Ia menyelamatkan Josee\u2014dan tanpa sengaja, kacamata Josee pecah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nenek Josee yang protektif menawari Tsuneo pekerjaan sebagai pendamping Josee. Gajinya lumayan, cukup untuk menabung demi mimpi ke lautan. Tsuneo menerima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya Josee menolak keras. Ia tidak ingin &#8220;dibantu&#8221;. Ia tidak ingin menjadi beban. Ia berkata kasar pada Tsuneo, melempar barang, dan menolak diajak ke mana pun. Tapi Tsuneo tidak marah. Ia hanya diam, lalu kembali keesokan harinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Kamu tidak perlu menyukaiku,&#8221;<\/em> kata Tsuneo suatu hari. <em>&#8220;Tapi aku di sini untuk bekerja. Jadi biarkan aku bekerja.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perjalanan Kecil yang Bermakna Besar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Film ini tidak memiliki ledakan atau pertarungan epik. &#8220;Petualangan&#8221; Josee dan Tsuneo adalah hal-hal yang sangat sederhana:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pergi ke akuarium.<\/strong> Josee untuk pertama kalinya melihat ikan pari dan ubur-ubur sungguhan, bukan hanya di buku dongeng. Matanya berbinar, dan untuk sesaat ia lupa menjadi &#8220;Josee yang tajam lidah&#8221;. Ia kembali menjadi Kumiko\u2014gadis kecil yang terpesona oleh dunia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Turunan curam dengan kereta dorong.<\/strong> Josee meminta Tsuneo mendorong kereta dorongnya sekencang mungkin di jalan menurun. Angin menerpa wajahnya, rambutnya terbang ke belakang, dan Josee tertawa. Tertawa lepas\u2014mungkin untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun. <em>&#8220;Aku merasa seperti terbang,&#8221;<\/em> katanya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Malam di pantai.<\/strong> Tsuneo mengajak Josee ke pantai di malam hari. Ia menggendong Josee (karena kursi roda tidak bisa di atas pasir), dan mereka duduk di tepi air. Josee memegang pasir, merasakan butir-butir kecil di antara jari-jarinya, dan menangis pelan. <em>&#8220;Aku tidak pernah tahu,&#8221;<\/em> bisiknya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap perjalanan kecil ini adalah perlawanan terhadap &#8220;harimau&#8221; dalam diri Josee. Dan setiap kali ia berani keluar, harimau itu sedikit demi sedikit kehilangan giginya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ketika Harimau Memang Ada Tragedi yang Menguji<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi saudara, film ini tidak lantas menjadi kisah bahagia yang mulus. <em>Josee, the Tiger and the Fish<\/em> adalah cerita yang jujur\u2014dan kejujuran itu kadang menyakitkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu malam, saat Tsuneo mengantar Josee pulang dari pantai, ia tertabrak mobil. Tulang punggungnya retak. Dokter mengatakan ia mungkin tidak akan bisa berjalan normal selama beberapa bulan\u2014dan untuk jangka panjang, ada kemungkinan ia tidak akan pernah bisa menyelam secara profesional. Mimpinya hancur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tsuneo jatuh ke dalam depresi. Ia mengurung diri di rumah. Tidak menjawab telepon Josee. Josee, yang dulu selalu dilindungi, sekarang harus memutuskan: apakah ia akan kembali ke dalam sangkar emasnya, ataukah ia akan menjadi pelindung bagi orang yang pernah melindunginya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adegan paling kuat dalam film ini adalah ketika Josee, sendirian, memaksa dirinya keluar rumah menggunakan kursi roda listrik. Hujan deras. Jalanan licin. Ia tidak tahu pasti di mana Tsuneo tinggal. Tapi ia pergi. Ia mencari. Ia hampir jatuh beberapa kali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika akhirnya ia menemukan Tsuneo di apartemen kecilnya yang kumuh, Tsuneo berkata dengan getir, <em>&#8220;Pergilah, Josee. Aku tidak bisa lagi menggendongmu. Aku bahkan tidak bisa menyelam.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan Josee menjawab, dengan air mata yang tidak lagi ia sembunyikan, <em>&#8220;Aku tidak butuh kamu menggendongku. Aku butuh kamu ada.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dua Simbol Harimau dan Ikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Judul film ini\u2014<em>Josee, the Tiger and the Fish<\/em>\u2014mengandung dua simbol penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harimau<\/strong> adalah rasa takut akan dunia. Harimau adalah alasan Josee bersembunyi. Tapi di akhir film, Josee menyadari bahwa harimau tidak akan pernah benar-benar pergi. Dunia memang berbahaya. Orang memang bisa terluka. Tapi harimau bukanlah alasan untuk berhenti hidup. Harimau adalah alasan untuk lebih berani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ikan<\/strong>\u2014khususnya ikan di lautan bebas\u2014adalah mimpi Tsuneo. Ikan adalah kebebasan, petualangan, dan hal-hal di luar jangkauan. Di akhir film, Tsuneo tidak jadi penyelam profesional. Tapi ia tetap bisa menyelam sebagai hobi, perlahan pulih, dan menemukan kebahagiaan baru: melukis ilustrasi buku cerita anak-anak tentang lautan. Mimpi tidak selalu harus berbentuk persis seperti yang kita bayangkan. Kadang mimpi berubah bentuk, tapi tetap indah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Film Ini Menyentuh Jutaan Hati<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Penggambaran Disabilitas yang Jujur dan Tidak Menghakimi<\/strong><br>Tidak ada adegan di mana Josee &#8220;disembuhkan&#8221; secara ajaib. Tidak ada pahlawan super yang muncul membawa kursi roda canggih. Josee tetap menggunakan kursi roda hingga akhir. Film ini tidak bilang bahwa disabilitas harus &#8220;diatasi&#8221; dengan menjadi biasa. Film ini bilang: <em>&#8220;Kamu boleh tetap berbeda. Tapi kamu juga boleh bahagia.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Cinta yang Tidak Romantis Secara Berlebihan<\/strong><br>Tsuneo dan Josee tidak saling menyelamatkan dalam arti klise. Mereka saling mengganggu, saling membuat kesal, dan kadang menyakiti satu sama lain. Tapi mereka tetap memilih untuk bersama. Ini adalah gambaran hubungan yang dewasa\u2014bahwa cinta bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang komitmen untuk terus hadir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Animasi yang Indah dan Detail<\/strong><br>Studio Bones menghasilkan karya visual yang memukau. Adegan di akuarium di mana ubur-ubur bercahaya mengambang di atas Josee adalah salah satu adegan terindah dalam sejarah anime modern. Warna-warna lembut, pencahayaan yang hangat, dan gerakan lambat yang membuat penonton ikut bernapas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Lagu &#8220;Itsuka no, Ikutsu ka no, Yasashisa ni&#8221; oleh Eve<\/strong><br>Lagu tema film ini dinyanyikan oleh Eve (penyanyi di balik lagu <em>Kaikai Kitan<\/em> untuk <em>Jujutsu Kaisen<\/em>). Suara yang lembut namun penuh kerinduan mengiringi setiap adegan haru. Liriknya berbunyi kira-kira: <em>&#8220;Pada suatu hari, dengan sedikit kebaikan, aku akan mengingatmu. Bukan karena kau hebat. Tapi karena kau adalah kau.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Akhir yang Realistis dan Tidak Dipaksakan<\/strong><br>Saya tidak akan memberikan spoiler lengkap. Tapi saya hanya ingin mengatakan bahwa akhir <em>Josee<\/em> tidak membuat Anda bertepuk tangan. Ia membuat Anda diam. Menghela napas. Lalu tersenyum kecil. Karena itulah kehidupan: tidak selalu bahagia selamanya, tapi selalu ada alasan untuk terus melangkah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Refleksi untuk Kita yang Sering Lupa Bersyukur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saudara, <em>Josee, the Tiger and the Fish<\/em> adalah film yang membuat saya merenung: <strong>seberapa sering saya mengeluh tentang hal-hal kecil?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya mengeluh macet padahal kaki saya bisa menginjak pedal gas. Saya mengeluh hujan padahal Josee mungkin akan sangat senang bisa merasakan tetes air di wajahnya. Saya mengeluh pekerjaan padahal Tsuneo rela melakukan apa pun hanya demi bisa bermimpi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Film ini tidak menyalahkan saya atas privilese saya. Tapi ia mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang memiliki segalanya. Kebahagiaan adalah tentang bisa keluar rumah meskipun takut. Kebahagiaan adalah tentang mengejar mimpi meskipun mungkin gagal. Kebahagiaan adalah tentang membiarkan seseorang membantu kita\u2014dan juga membantu orang lain ketika mereka jatuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Josee berkata di akhir film, <em>&#8220;Aku masih takut pada harimau. Tapi aku lebih takut jika harus hidup tanpa harimau itu. Karena tanpanya, aku tidak akan pernah tahu bahwa aku bisa lebih berani dari yang aku kira.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sebuah Film yang Akan Melekat di Hati<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Josee, the Tiger and the Fish<\/em> adalah film yang akan membuat Anda menangis, tetapi tidak meninggalkan kepahitan. Ia membuat Anda menangis karena keindahan, karena pengorbanan, dan karena pengakuan bahwa kita semua\u2014dalam keterbatasan masing-masing\u2014layak untuk dicintai dan mencintai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cocok ditonton di malam Minggu yang sepi, ditemani selimut dan secangkir cokelat panas. Jangan khawatir jika air mata jatuh. Itu tanda bahwa Anda masih manusia\u2014dan bahwa Anda masih mampu merasakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Selamat menonton, dan ingatlah: harimau mungkin selalu ada. Tapi Anda tidak harus selalu bersembunyi.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, sahabat yang mungkin sedang merasa terjebak dalam keterbatasannya sendiri. Pernahkah Anda merasa bahwa dunia terlalu besar dan Anda terlalu kecil? Bahwa orang lain bisa pergi ke mana pun, sementara Anda hanya bisa melihat langit yang sama dari jendela kamar setiap hari? Lalu tiba-tiba, seseorang datang\u2014bukan penyelamat dengan kuda putih, bukan pangeran dari dongeng, melainkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[33,34,32],"class_list":["post-37","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-animeromantis","tag-bonesstudio","tag-josee2020"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37\/revisions\/38"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/webgari.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}